Lomba Bikin Merek Logo Handphone

Kami Principle dan Manufacture Handphone mengajak segenap lapisan masyarakat dan para seniman di tanah air untuk berpartisipasi dalam pembuatan dan penciptaan Merek serta Logo Handphone, yang segera beredar di Indonesia.

Hadiah Bagi Pemenang

Hadiah bagi satu orang yang terpilih (untuk 1 orang) Rp.50.000.000,-

Merek dan Logo tersebut harus mampu mencitrakan bidang bisnis kami yaitu Telekomunikasi, khususnya Telepon Selular.

Kriteria Keikutsertaan Lomba :

  • Merupakan ide/karya asli.
  • Belum pernah dipublikasikan/disayembarakan.
  • Merek dan Logo dilengkapi dengan penjelasan dan maknanya.
  • Peserta adalah Warga Negara Indonesia.
  • Hasil karya akan dicek di Departemen HAKI untuk mengecek orisinalitas karya.
  • Terdiri dari 5 - 7 karakter untuk Merek ( seperti contoh Nokia ) tapi ditekankan 5 karakter.

Penilaian Dewan Juri terhadap hasil karya lain :

  • Orisinalitas karya.
  • Relevansi merek dan logo dengan bidang perusahaan kita yaitu Telepon Selular.
  • Keindahan/Estetika.
  • Kemungkinan aplikasi pada berbagai media.
  • File yang kami terima berupa CDR. AI. atau EPS. dan disertai preview dalam format jpeg.

Hasil Karya dapat dikirimkan ke :

PT. SMILE TELECOM TECHNOLOGY

Komplek Pertokoan ITC Roxy Mas Blok C5 – No.10

Jl. KH. Hasyim Ashari, Petojo Utara – Jakarta Pusat 10130

Tel. 021 – 6335432 – Fax : 021 6335433


atau melalui email : divisikomunikasi_smile@yahoo.com

Batas waktu penerimaan : 29 Agustus 2008 (diterima oleh Panitia)


Peserta diwajibkan mencantumkan kode “Sayembara Merek dan Logo” pada sisi kiri atas amplop atau pada perihal email. Harap disertakan pula fotocopy KTP, biodata, serta nomor kontak yang dapat dihubungi.

Iklan bisa dilihat di Harian Kompas <!–[if supportFields]&gt; MERGEFIELD "Pemuatan" &lt;![endif]–>- Selasa / 19 Agustus 2008 di Halaman reguler (berita)

2 comments August 17th, 2008

Grand Final Kompetisi Film Anak Muda (KFPAM) 2008

GRAND FINAL
KOMPETISI FILM PENDEK ANAK MUDA (KFPAM) 2008

10 Finalis KFPAM 2008 sudah terpilih, film sudah diproduksi, sekarang saatnya menentukan pemenangnya!
ACARANYA:

  • Nonton 10 Film Pendek KFPAM 2008
  • Pemilihan FILM FAVORIT (prosedur pemilihan seperti prosedur PEMILU 2009)
  • Guest Star: Que Pancong, D’Zeek, Zeke & The Popo, dan White Shoes & The Couples Company, Prambors Ngamen Feat, Urban Vibe
  • Door Prizes & Bazaar Clothing dan makanan

Parkir Kolam Renang Senayan.
23 Agustus 2008
pukul 16.00-selesai

Tiket Gratisan call Putri di 021 7200555 atau cek di di www.cived.org
Film KFPAM bisa dipilih dan dilihat di  www.beoscope.com

 

BE THERE, HAVE FUN! BUKTIKAN LOE BERANI MILIH!

Add comment August 16th, 2008

Pemenang Kompetisi Video Pendek: Go Green Indonesia

Selamat, buat para pemenang Kompetisi Video Pendek “TELKOMSEL GO GREEN INDONESIA” yang diselenggarakan oleh BEOSCOPE dan bekerjasama dengan TELKOMSEL dan NOKIA.

Berikut ini pemenang kompetisi:

ACT10N -
There are many interesting actions to save the earth… You act, You Save!ACTION
Tiga eR

3R
Which Side R U?
It’s the eternal fight, When good versus bad, when heaven versus hell. You choose the winner!

Which side r u?

Selamat sekali lagi… Nantikan kompetisi video pendek berikutnya. Dengan hadiah yang tema yang lebih menarik tentunya.

Anda bisa melihat semua video peserta kompetisi “GO GREEN INDONESIA” at www.beoscope.com.

1 comment August 16th, 2008

4Bia (2008)

4biaRasa penasaran untuk melihat film horror yang katanya paling laris di Thailand ini terbalas sudah. Semalam (malam jum’at) akhirnya kesempatan itu datang juga. Tentu saja tanpa ekspektasi tertentu, saya menonton di Blitz Megaplex di Grand Indonesia.

4bia (baca Phobia aka See Prang dalam bahasa Thailand) ini terbagi dalam 4 cerita oleh 4 sutradara yang berbeda ini menawarkan sesuatu yang unik dan berbeda. Setidaknya sebuah penyegaran bagi rusuhnya film horror Indonesia yang sampai saat ini belum ada titik kemajuan apapun. Entah karena memang tidak masih belum mampu, apa hanya karena horror Indonesia cuman mengejar keuntungan dengan melakukan pembodohan.

1. ALONE (Youngyut Tongkontund)

Bercerita tentang seorang gadis kesepian, tinggal di rumah kontrakannya dan tak punya perkerjaan apapun. Sampai suatu hari, hp-nya mendapatkan sms dari sebuah nomor tak dikenal. Isinya ingin berkenalan dangan sang gadis.

Tidak banyak dialog disini. Sang sutradara lebih suka melakukan dialog melalui sms. Nice opening.

2.  Deadly Charm (by Phavee Purijidpanya)

Bully, sebuah kata yang mungkin sudah akrab. Kekerasan di sekolah, membuat seorang anak membalas dendam dengan menuliskan anak-anak yang menghajarnya di dalam sebuah buku.  Black magic ini, membuat siapapun yang melihatnya akan mati.

Agak sedikit gory alias berdara-darah. Pemakain CG yang agak berlebihan dan kelihatan kasar, tidak mengurangi ketegangan film ini.

3. The Middle Man (by Banjong Pisanthanaku)

Sekelompok anak muda sedang camping disebuah hutan. Disana mereka bercerita tentang hantu dan posisi tidur yang paling sering didatangi hantu. Bercandaan mereka yang kelewatan merupakan awal dari semua masalah.

Kocak, ini film horror tapi kocak banget. Serem tapi bikin ngakak. Sampai ada quote yang lucu “Kenapa hantu selalu wanita berambut panjang seperti di film”.

4. Last Fright (by Parkpoom Wongpoom)

Seorang pramugari harus mengawal mayat seorang putri sendirian dalam sebuah penerbangan. Dimulailah terror yang menghantui hingga membuatnya hampir putus asa.

Kalau anda tidak suka terbang, berada dalam tempat yang sempit. Saya sarankan anda tidak menonton bagian ini. Karena anda tidak akan pernah naik pesawat lagi. Inilah cerita paling kuat dan bagus. Intense, serem, kaget, gemeter jadi satu.

Wah, kalau anda penonton film horror sejati. Film ini sayang untuk dihindari. Saya sarankan anda nonton bedua saja, dan jangan terlalu rame biar mood seremnya dapet.

1 comment August 15th, 2008

Sehari di Semarang

Agak sedikit menyesal saya pergi ke Semarang kemarin, bukan karena tidak suka tetapi inilah kali kedua saya pergi ke Semarang tanpa sempat menikmati pesona ibukota propinsi Jawa Tengah yang masyur dengan kulinernya yang nikmat.

Yah, apalagi yang dicari dari sebuah daerah selain kuliner. Terus terang saya bukan pecinta pernak-pernik, jadi ya begitulah saya gak akan mencari benda apapun yang ada di sebuah kota.

Setelah selama 5 jam saya terguncang dalam travel Surabaya - Semarang, akhirnya jam 2.30 pagi saya sampai di hotel tempat-teman menginap, namanya Hotel Pandanaran. Sampai di sana, saya langsung tidur karena besoknya saya harus mengisi sebuah sesi workshop di Telkom Kandatel IV Semarang.

Sore harinya setelah selesai workshop saya harus kembali ke Jakarta, maklum tiket sudah ditangan dan otomatis hanya beberapa jam yang tersisa untuk menyusuri kawasan Simpang Lima Semarang. Perjalanan pertama, saya menuju Plasa Simpan Lima untuk menitipkan travel bag supaya tidak terlalu berat. Murah saja, hanya 1000 rupiah. Rekomendasi kalau bawa barang banyak tapi pengen nyantai, silahkan dititipkan ditempat ini. Ibu-ibu yang jaga ramah kok.

Untuk menghindari ngantuk, saya mampirlah ke warung bule untuk minum teh sembari berpikir akan kemana tujuan kaki ini melangkah menyusuri Simpang Lima. Setelah itu saya berjalan menuju Warung Nasi Liwet. Dalam perjalan, mampirlah ke penjual tahu petis. Argh, akhirnya.. Karena kemaren tidak sempet merasakan tahu petis ala surabaya, saya akhirnya memutuskan untuk membeli beberapa buah, dan kebetulan teman saya juga pengen tahu apa itu tahu petis.

Aneh, gumam teman saya tadi. Ya iyalah, orang priangan jarang memakai petis dalam masakan mereka (atau ada ya?). Biasanya petis ini hanya ditemukan di daerah pesisir, seperti Surabaya tentunya! Kemudian melanjutkan kembali ke warung-warung yang berjejer di seputaran Simpang Lima.

Setelah bingung melihat warung yang berjejer, akhirnya kami memilih sebuah warung yang agak jauhan. Saya pesan nasi pecel, setelah sebelumnya pesen nasi liwet ternyata banyak berisi krecek (huhuhuhu.. saya tidak suka). Teman saya pesan Gudeg (halah), minum es teh manis. Kami makan sembari ngobrol (gak banyak.. soalnya pada sibuk sama makanan - kalau dah soal makan, biar diberondong pelurupun makan jalan terus)

Murah meriah! Saya makan berdua hanya menghabiskan beberapa ribu rupiah (lah kalau seratus ribu?), dan kenyang.. sebelum menuju ke stasiun. Tapi sebelum itu, saya mampir membeli sedikit buah tangan oleh-oleh dari Semarang, yaitu roti Brilliant! Karena menurut saya, bandeng juwono sudah terlalu terkenal jadi gak begitu heboh kalau di bawa ke Jakarta.

Masuk tokonya membuat saya tercengang, banyak banget artist yang udah mampir kesana. Haruskah saya ikut tanda tangan mbak?, tanya saya pada penjaga tokonya. Mereka tertawa. Entah menghina atau karena lucu, yang jelas mungkin tampang saya belom mirip artis.

STASIUN TAWANG

Ini pertama kali saya naik kereta api dari Semarang menuju Jakarta di Stasiun Tawang. Perjalanan dari Simpang Lima ke stasiun terasa biasa saja seperti kota-kota lainnya. Tapi begitu masuk kota tua… arghhh, saya langsung meruntuk dalam hati dan menyesal kenapa tidak lebih lama di Semarang. Suasana kota tuanya begitu arrghhh…. KEREN!!! Melewati gereja Immanuel, terasa saya sedang berada di sebuah set shooting film. Saya membayangkan saat malam hari, suasa di daerah kota lama Semarang diisi oleh pejalan-pejalan kaki yang pengen makan ke restoran atau cafe, pub dengan suasana kolonial. Seru! Seru! Bahkan saya ingin makan di Rumah Makan Cianjur (bukan karena masakannya yang enak… tapi suasanya itu yang dapet! Huhuhuhuhu… ) Tentunya saya akan memilih duduk di balkon kalau ada.. atau dekat jendela.

Tidak berapa lama, taksi yang saya tumpangi sudah masuk ke Stasiun Tawang, stasiun lama peninggalan Belanda. Saya masih harus menunggu 2 jam lagi. Sayang, ruang tunggu-nya bernyamuk. Entah mungkin karena saya manis belum mandi atau karena memang dekat dengan sungai.

Ah, rasanya ingin ke Semarang lagi.

3 comments August 14th, 2008

Telkomsel Flash yang tidak sekencang namanya

Flash sucksBeberapa hari ini saya agak sedikit bete dengan koneksi Telkomsel Flash. “High Speed Wireless Broadband” adalah jargon yang digadang-gadang, namun semuanya tak berarti ketika koneksi menjadi lambat bahkan putus sama sekali. Dengan gembar-gembor koneksi sampe 3Mbps tentu saja semua jadi ngiler untuk mencobanya. Tapi yang terjadi adalah jarang sekali bisa mendapatkan koneksi HSDPA bahkan kadang-kadang belum ada beberapa menit sudah menjadi GPRS.

Koneksi kacau ini mau tidak mau membuat saya jadi belingsatan, karena ada beberapa kerjaaan yang jadi terbengkalai dan tidak bisa diupload lewat internet. Entah sampai kapan Telkomsel Flash bakal jadi baik? Kita tunggu saja. Atau haruskah kita ganti dengan koneksi 3G yang lain yang lebih murah dan kenceng dari Flash?

3 comments August 10th, 2008

OST Oh Baby - Cinta Laura

Lupakan Cincau Lorah dengan Ojyek Becyek Makan Peyek. Sekarang Cinta Laura sedang unjuk kebolehan bernanyi untuk soundtrack film “OH BABY” yang dibintanginya.

Pengen tahu apakah Cinta Laura dapat bernanyi dengan baik dan benar? Lihat aja sendiri di:

“PELUNCURAN ALBUM OST. OH BABY- CINTA LAURA”
Hari / Tanggal : Senin, 11 Agustus 2008
Pukul : 16.00 – selesai
Tempat : Hard Rock Café Jakarta

Cinta Laura

JANGYAN YUPA YA CHEMAN CHEMAN… SAKSIKAN CINCAU LORACH BERNYANYI…. DITYUNGGU YOCH!

6 comments August 8th, 2008

Surabaya oh Surabaya

Ah, senangnya dapat kembali ke tempat dimana kita dibesarkan biarpun untuk beberapa hari saja. Ternyata kota yang sudah lama saya tinggalkan ini (baca 9 tahun-biarpun tiap lebaran pulang) sudah banyak berubah. Sekarang Surabaya jadi kota yang macet dan berisik. Tapi untunglah tinggal di daerah yang tidak terlalu ramai membuat saya menikmati enaknya kota pahlawan ini.

Apa yang bikin kangen dari Surabaya. Tentu saja makanannya. Tiada makanan yang seenak di Surabaya. Dari Nasi bebek (yang sekarang heboh di jakarta) sampai dengan suasa malamnya yang antik dan unik. Jalan-jalan di Surabaya mengenang kisah hidup yang telah lalu (alaaahh…) memang menyenangkan. Orangnya-orangnya ramah dan welcome.

Ada beberapa list makanan yang pengen saya makan. Antara lain: Kupang Lontong, Nasi Sambel, Semanggi Suroboyo ( hey.. semanggi itu pecel asli surabaya- bukan Jakarta), Kue Perut Ayam, dan beberapa kue tradisional lainnya. Hahaha.. bersa kembali ke jaman saya masih meler dan lari kesana-kemari pakai celana kolor doang.

Biarlah beberapa hari ini saya menikmati suasana dan makanan asli Surabaya.

Surabaya oh Surabaya..

3 comments August 8th, 2008

We should burry THE MUMMY forever

The MummyOK…. Saya nonton The Mummy hanya untuk bisa ngorok dan istirahat dengan santai di bioskop. Dan ternyata saya gak bisa tidur, entah karena memang ngantuk udah hilang gara-gara makan popcorn dan minum hot tea apa karena memang sangat berisik.

The Mummy: Tomb of The Dragon Emperor memang film yang ditunggu tahun 2008 ini. Tapi ya begitulah, franchise pop-corn tetep aja pop-corn. Perpindahan sutradara ke Rob Cohen (The Fast and The Furious & XXX) memang tidak mampu menolong film ini. In fact, film Rob Cohen memang medioker semua.

Film ini bercerita tentang beberapa tahun setelah The Mummy Returns. Rick O’Connell (Brendan Fraser) dan Evelyn (Maria Bello) mempunyai anak bernama Alex (Luke Ford) yang sedang mencari keberadaan sebuah makam tempat Kaisar Han (Jet Li) dikuburkan. Rick dan Evelyn juga ditugasi oleh pemerintah untuk membawa permata Shangri-la ke museum cina. Namun penggalian ini membuat sebuah kutukan yang telah lama dijaga.

Banyak nama-nama terkenal seperti Michelle Yeoh yang disini berperan sebagai Zi Yuan, musuh Kaisar Han. Ada juga Anthony Wong sebagai Jendral Yang, Russel Wong sebagai Jenderal Ming, dan yang paling membuat mata melek adalah Isabella Leong sebagai Lin.

Film ini ya begitulah, kurang greget karena lebih banyak mengandalkan CG yang dibilang medioker, jelek dan bukan kualitas yang patut diperhitungkan. Kalau memang suka film ringan dan gak peduli dengan hal-hal lainnya, tonton aja film ini. Setidaknya bisa mantengin Isabella Leong.

Oh.. and I miss Rachel Weisz here…

RATING: **

7 comments August 4th, 2008

Pedasnya Ayam Taliwang

Ah, kemarin saya diajakin sahabat baik saya untuk sedikit berpesta. Menyambut promosi dia sebagai seorang MGR katanya. Alhamdulillah, seneng juga liat dia sukses. Tujuan awal kita tentu saja Makan.. makan dan makan! (hehehe…). Pilihan kita jatuh ke ayam taliwang! (horeee……)

Setelah menembus kepadatan lalu lintas (rabu libur sodara, jadi rame banget). Akhirnya nyampai juga ke daerah Pesanggrahan, Jakarta Barat. Tepat di depan Singapore Internation School dan Mc.Donald, terdapat warung kaki lima yang hampir tertutup oleh banyaknya mobil yang parkir di sana. Nama warung-nya Ayam Taliwang Pak Rosidi. Hmm… membayangkan ayam berbumbu asal Lombok itu sudah cukup membuat air liur saya menetes seperti Stephen Cow melihat cewek cantik di film-filmnya.

Oke, duduk dan pesan makanan seperti biasa: Ayam Bakar Taliwang Pedes + Plencing Kangkung. Sembari menunggu, krupuk rambak bolehlah buat cemilan dulu. Hmm… Tak lama kemudian pesanan kami datang.

Horeee… Nasi anget + Ayam taliwang pedes saya santap langsung dengan kangkung plencingnya. Ups, ada yang aneh. Huah.. kenapa ayam taliwangnya tak sepedas biasanya ya? Huhuhuhu… Sesuap, dua suap, masih saja tidak terasa pedas. Tapi ya sudahlah, ayamnya agak-agak kenyal dikit tapi enak banget. Sampai akhirnya nambah 2 piring nasi. Hehehehe. Di akhir makan, saya berkeringat juga. Pedas, tapi tidak sepedas biasanya yang saya makan. Plencing kangkungnya juga tak sepedas biasanya dengan rasa asem, manis pedes gitu. Enak banget.

Warung ini sangat-sangat direkomendasikan untuk yang suka masakan pedas, cobain ayam taliwang pak rosidi ini. Moga-moga kalau dateng lagi, bisa minta yang lebih pedas lagi.. Yuhuuu…..

Sampai jumpa lagi di warung berikutnya….

3 comments July 31st, 2008

Next Posts Previous Posts


Calendar

December 2008
M T W T F S S
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Kategori

Archives

Recent Posts

Recent Comments

Ngobrol yuk!


ShoutMix chat widget

Links

Support Indonesian Creative

ANIMAFEST



RSS Video Terbaru Beoscope.com