Lupakan Cincau Lorah dengan Ojyek Becyek Makan Peyek. Sekarang Cinta Laura sedang unjuk kebolehan bernanyi untuk soundtrack film “OH BABY” yang dibintanginya.
Pengen tahu apakah Cinta Laura dapat bernanyi dengan baik dan benar? Lihat aja sendiri di:
“PELUNCURAN ALBUM OST. OH BABY- CINTA LAURA”
Hari / Tanggal : Senin, 11 Agustus 2008
Pukul : 16.00 – selesai
Tempat : Hard Rock Café Jakarta
Semalam, setelah menunggu lama sampe berdarah-darah akhirnya kesampaian juga melihat konser MONO di acara Jakarta Rock Parade. Sebuah festival rock di Indonesia yang diselenggarakan 3 hari berturut-turut dengan ratusan band dari dalam dan luar negeri. Sayangnya semua tak seperti harapan: venue yang lengang, tidak terlalu berisi banyak orang. Mungkin karena terlalu idealisme buat kuping masyarakat Indonesia. Atau mungkin menonton Jazz lebih berkesan “WOW” daripada menonton pagelaran musik rock. Bisa juga harga tiket yang terlalu mahal.
Lupakan kekurangan tadi. Molor sekitar 1 jam dari jadwal, MONO, sebuah band post-rock dari Jepang menggebrak Jakarta untuk pertama kalinya. Band ini mungkin tidak begitu terkenal di Indonesia secara umum, tapi untuk pecinta Post-rock, ini adalah band wajib ditonton.
Melihat penampilan MONO yang aktraktif, ditambah musik yang menyayat membuat semua penonton terdiam dalam halusinasi tentang berada di tepi jurang dengan sebotol Jack Daniels di tangan sambil membawa pistol full loaded. Mengiris dan menyayat. Gak perlu vokal menye-menye untuk membuat orang bunuh diri dan meratapi nasibnya. Galau!
Gak berasa jam sudah menunjukkan pukul 3 malem. Mono menutup semua konser dengan indah, diiringi teriakan “We Want More” dari penonton. Tapi apa daya MONO tetap berlalu…. menyisakan kalimat-kalimat “Anj*ng, gwe merinding banget..” dari mulut penonton. Gwe pulang dengan mata agak merem. Antara ngantuk dan kuping berdenging atau pikiran masih kemana-mana terbawa musik dari MONO.
Semalam untuk pertama kalinya saya pergi ke PRJ. Pertama kali? Yeah… catet. PERTAMA KALI SEUMUR HIDUP. Malu? tidak buat apa malu. Tujuannya tentu tidak aneh-aneh, hanya mencari apa sih PRJ yang tersohor itu dan tentu saja untuk melihat penampilan band-band yang asik di PRJ.
Kebetulan pas gwe dateng hari Jum’at malem, ada penampilan Music For Sale, Tembang Pribumi, Syaharani and the queenfireworks dan Glenn serta tak ketinggalan dancer-dancer sexy.
1. Music For Sale
Band ini pembuka yang tepat, meskipun gwe gak begitu ngeh dengan lagu-lagu mereka, tapi so far band ini mainnya lumayan rapih. Dan di tengah-tengah mereka menyelipkan lagu dari the legend Bob Marley - No Woman No Cry. Gak semua orang ngeh dengan ini (ya iya.. mereka ngeh lagu Ungu, Peterpan, Kangen Band, ST12, Pilot dll). Cukup fun untuk bergoyang (No cimenk, A Mild-pun jadilah) wakakaka. Pemanasan yang cukup bagus. ***1/2
2. Tembang Pribumi
Ini baru pertama kali saya melihat Tembang Pribumi secara langsung. Pertama saya mengira mereka adalah rombongan dari Vicky Sianipar, tapi ternyata lain. Dengan mengusung konsep musik tradisional yang dimodernkan (fusion) sebenanya mereka sangat-sangat entertaining. Menggunakan berbagai macam alat musik trasional termasuk suling, kendang, gamelan dan lain-lain tentu saja menjadi nilai lebih. Dengan 3 vokal harusnya mereka bisa bermain lebih rapihlah. Entah kenapa kesannya mereka main terburu-buru, suara gak pas lah, gak ngeblend lah (kaya ice cappunico aja pakai ngeblend-red) dan sering out of control. Saling tumpang tindih. Mungkin maksudnya menjadi prog-fusion gitu kali, tapi yang saya dengar justru malah berantakan. Beda dengan Discus yang memang gape urusan prog-fusion-gamelanisme. Tapi semangat mereka untuk membawa warisan budaya patut diacungin jempol. Lagu “Dari sabang sampai Merauke” yang dipilih untuk closing penampilan mereka bisa membuat penonton bersemangat. ***
3. Sexy Dancing
Enuff said… everybody happy, every man record all dancing girls with their camera phone. Priceless… wahakaka
4. Syaharani and the queenfireworks
Dari opening sudah berkomunikasi dengan penonton? Yes.. gak perlu nunggu waktu lama buat SQF untuk menggebrak panggung PRJ. Lebih baik tidak dari album Buat Kamu didapuk menjadi opening yang menghentak, mengajak orang melompat-lompat (loh padahal lagunya agak2 patah hati-red). Favorit saya tentu saja cover WHITE HORSES milik dari THE ROLLING STONE dibawakan dengan apik dan diiri petikan gitar dari duet gitaris handal Mr. Donny Suhendra dan Didit Saad. Cool.. you must watch the video - akan segera gwe upload.
Hampir semua lagu dimainkan secara sempurna, bersih, rapih, hampir tidak ada kesalahan. Mungkin ini karena jam terbang SQF udah lama, dan terdiri dari orang-orang yang jenius di bidang mereka. Sampai lagu terakhirpun, SQF masih tetap memukau. Very-very entertaining. ****1/5
5. Glenn
Gak nonton.. dah malem.. pulang. Kalau ada yang nonton boleh di share..
Udah pernah denger The Tielman Brothers? Belum? Yap.. karena tidak banyak yang tahu bahwa grup rock n roll ini personilnya adalah orang Indonesia asli.
Menurut wikipedia katanya musik meraka dinamakan Indorock! Cool euy… dan band ini terkenal jauh sebelum The Beatles dan The Rolling Stone?
Do you thing this is cool? Hell yeah!!!
Dan denger-denger mereka akan tampil di Jakarta Rock Parade!
Must see guys….. kapan lagi ada band Indonesia yang menginfluence beberapa band luar negeri.
Kalau yang udah sering nonton di XXI atau 21 Cineplex pasti ngeh dengan musik opening iklan Pepsi yang buat saya sangat-sangat catchy dan menohok. Penasaran, yap seperti arwah penasaran saya mencari kesana-kemari, bertanya menggunakan media tarot, jumanji tapi tetap tidak ketemu juga.
Hampir saya putus asa, tapi saya baru ingat… liriknya berbunyi… “hey now now..”. Dengan sepenggal lirik itu ketemu juga band yang menyanyikan jingle Pepsi. Penyanyinya The Cloud Room - Hey Now Now.
Ah, saya tidak tahu beberapa hari ini saya sedang berhalusinasi berada di padang pasir yang gersang.
ya iya, padang pasir mah gersang…. kalau banyak rumputnya namanya padang rumput, nah kalau banyak makanan-nya namanya warung padang.
Feeling statis aja gitu, stagnant, gak maju-maju, diam ditempat kalau tidak saya tembak! (loh). Nah kebetulan dalam playlist saya kok ada lagu PLASTIK yang judulnya STATIS.
Terbangun di pagi ini
Jalani hari seperti kemarin
Tak pernah ada yang menyenangkan
Lewati hari percuma
Lewati s’ribu tanda tanya
Seakan hanya berhenti di sini
Terjebak di dalam kemacetan
Bercampur kecewa sejuta manusia
Akankah ada yang bisa menjawab
Dipaksa kebutuhan
Rencana terasa menyiksa
Bisakah bencana ini berakhir
Harus kemana
Harus bagaimana
Lari dari yang diinginkan
Mencoba merubah hari
Mencari-cari jalan yang lain
Ternyata kembali lagi di sini
Apakah harapan cuma ada di mimpi
Tak pernah ada dalam kenyataan
Nyatanya tak pernah aku jumpai
Takkan mungkin berakhir…
Please sombody Pull Me Up! Or Drag me down…. *nampar2 diri sendiri di depan kaca terus menangis tersendu-sendu sembari memilin2 sapu tangan berenda*
Saya memang agak tergila-gila dengan lagu ini. Yeah right, call me “sok melankolis kedejut betis yang lagi baris dilapangan tenis”. Tapi ini lagunya memang sedikit menyedihkan.
Selidik punya selidik, ada beberapa versi dari lagu ini. Dan amazing. Siti Nurhaliza juga menyanyikannya.
Liriknya:
Kareha chiru yuu’ngure wa
Kuruhi no samusa o mono’ngatari
Ame ni kowareta benchi ni wa
Ai o sasayaku uta mo nai
koibito yo sabani ite
Ko’ngoeru watashi no soba ni ite yo
Soshite hitokoto
Kono wakare banashi wa
Joodan dayo to
Waratte hohii
Jarimichi o kakeashi de
Marason bito nga yukisu’ngiru
Marude bookyaku nozomuyoo ni
Tomaru watashi o sasotte iru
Koibito yo sayoonara
Kisetsu wa me’ngutte kuru kedo
Ano hi no hutari yoi no na’ngareboshi
Hikatte wa kieru mujoo no yume yo
Koibito yo sobani ite
Ko’ngoeru watashi no soba ni ite yo
Soshite hitokoto
Kono wakare banashi nga
Joodan dayo to
Waratte hoshii
Jangan tanya artinya yak… mari kita tanya sama doraemon. Doraeeemoooonn……..!!!Nah ketemu juga artinya:
The evening autumn leaves flowing
says the cold is coming
There are not any love songs
On a broken chair by rain
My dear lover, please stay beside me
And just tell me this divorce is kidding
With laughingA jogging man is passing through
On a pebbles street
He induce me who stand still
As if he wanted me to forget,
My dear lover, now I say good-bye
The seasons rotate, though
Two of us of those days
A shooting star in that evening
Shine and disappear, heartless dream
My dear lover, please stay beside me
And just tell me this divorce is kidding
With laughing