Main Content RSS FeedRecent Articles

Romeo Juliet versi Bola »

Apa jadinya kalau Romeo Julietnya Shakespeare ditranslate kedalam versi Indonesia? Ok, forget about IN THE NAME OF LOVE-nya Rudi Sudjarwo yang perpaduan romeo juliet dengan godfather. Ini versi yang agak-agak aneh tapi menarik. Andibachtiar Yusuf atau dipanggil Ucup, membuat sebuah film dengan latar belakang mirip Romeo - Juliet tapi versi Bola! Ya benar, sepak bola dan supporter-nya yang akrab dengan kekerasan. 

Bercerita tentang Desi (Sissy Pricillia), supporter PERSIB atau disebut VIKING dengan Rangga (Edo Borne) yang notabene seorang Jakmania sejati. Film yang masih dalam taraf produksi ini memasang beberapa aktris ternama yang lain: Alex Komang, Nani Wijaya, dan Ramon Y Tungka. Mungkin inilah film yang kontroversial buat saya. Karena saya tahu bahwa pertikaian antara Viking dan Jakmania sudah seperti mendarah daging dalam dunia persepakbolaan Indonesia. 

Ada beberapa photo yang dirilis dalam produksi:Bola Romjul2 

 RomJul3 

Mungkin setelah nonton film ini, para supporter bola indonesia jadi lebih ramah? Entahlah. Let’s see. 

Photo courtesy of Ucup

Jumpa Lagi dengan Maissy.. »

Jumpa lagi… dengan maissy…Sorry… udah lama gak update blog karena kesibukan yang membuat saya menganggur… Nantikan review film: Wall-E, Death Race, Asterix dan Olimpiade. Dan kayaknya saya akan menambahkan katergori lagi deh.. Apa itu? tunggu dulu…Eh, belum lupa…. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa.. Dan pesan saya… Kalau puasa, jangan sekali-kali ngabuburit atau menghabiskan waktu menunggu bedug maghrib dengan ngemil kacang, minum kopi bahkan makan donat!See ya soon.. 

Merdeka! »

MERDEKA!

Entah wordpress apa dagdigdug yang bermasalah dengan html code… tapi jadinya saya gak bisa nampilin logo Kemerdekaan dengan ASCII.

Pokoknya HIDUP KEMERDEKAAN YANG BERTANGGUNG JAWAB!

XL SUCKS »

Oke…. I have to admit.. Now.. XL SUCKS!

Failed and undelivered sms, drop signal, error connection…

Padahal saya pakai XPLOR!  Damn!

Lomba Bikin Merek Logo Handphone »

Kami Principle dan Manufacture Handphone mengajak segenap lapisan masyarakat dan para seniman di tanah air untuk berpartisipasi dalam pembuatan dan penciptaan Merek serta Logo Handphone, yang segera beredar di Indonesia.

Hadiah Bagi Pemenang

Hadiah bagi satu orang yang terpilih (untuk 1 orang) Rp.50.000.000,-

Merek dan Logo tersebut harus mampu mencitrakan bidang bisnis kami yaitu Telekomunikasi, khususnya Telepon Selular.

Kriteria Keikutsertaan Lomba :

  • Merupakan ide/karya asli.
  • Belum pernah dipublikasikan/disayembarakan.
  • Merek dan Logo dilengkapi dengan penjelasan dan maknanya.
  • Peserta adalah Warga Negara Indonesia.
  • Hasil karya akan dicek di Departemen HAKI untuk mengecek orisinalitas karya.
  • Terdiri dari 5 - 7 karakter untuk Merek ( seperti contoh Nokia ) tapi ditekankan 5 karakter.

Penilaian Dewan Juri terhadap hasil karya lain :

  • Orisinalitas karya.
  • Relevansi merek dan logo dengan bidang perusahaan kita yaitu Telepon Selular.
  • Keindahan/Estetika.
  • Kemungkinan aplikasi pada berbagai media.
  • File yang kami terima berupa CDR. AI. atau EPS. dan disertai preview dalam format jpeg.

Hasil Karya dapat dikirimkan ke :

PT. SMILE TELECOM TECHNOLOGY

Komplek Pertokoan ITC Roxy Mas Blok C5 – No.10

Jl. KH. Hasyim Ashari, Petojo Utara – Jakarta Pusat 10130

Tel. 021 – 6335432 – Fax : 021 6335433


atau melalui email : divisikomunikasi_smile@yahoo.com

Batas waktu penerimaan : 29 Agustus 2008 (diterima oleh Panitia)


Peserta diwajibkan mencantumkan kode “Sayembara Merek dan Logo” pada sisi kiri atas amplop atau pada perihal email. Harap disertakan pula fotocopy KTP, biodata, serta nomor kontak yang dapat dihubungi.

Iklan bisa dilihat di Harian Kompas <!–[if supportFields]&gt; MERGEFIELD "Pemuatan" &lt;![endif]–>- Selasa / 19 Agustus 2008 di Halaman reguler (berita)

Grand Final Kompetisi Film Anak Muda (KFPAM) 2008 »

GRAND FINAL
KOMPETISI FILM PENDEK ANAK MUDA (KFPAM) 2008

10 Finalis KFPAM 2008 sudah terpilih, film sudah diproduksi, sekarang saatnya menentukan pemenangnya!
ACARANYA:

  • Nonton 10 Film Pendek KFPAM 2008
  • Pemilihan FILM FAVORIT (prosedur pemilihan seperti prosedur PEMILU 2009)
  • Guest Star: Que Pancong, D’Zeek, Zeke & The Popo, dan White Shoes & The Couples Company, Prambors Ngamen Feat, Urban Vibe
  • Door Prizes & Bazaar Clothing dan makanan

Parkir Kolam Renang Senayan.
23 Agustus 2008
pukul 16.00-selesai

Tiket Gratisan call Putri di 021 7200555 atau cek di di www.cived.org
Film KFPAM bisa dipilih dan dilihat di  www.beoscope.com

 

BE THERE, HAVE FUN! BUKTIKAN LOE BERANI MILIH!

Pemenang Kompetisi Video Pendek: Go Green Indonesia »

Selamat, buat para pemenang Kompetisi Video Pendek “TELKOMSEL GO GREEN INDONESIA” yang diselenggarakan oleh BEOSCOPE dan bekerjasama dengan TELKOMSEL dan NOKIA.

Berikut ini pemenang kompetisi:

ACT10N -
There are many interesting actions to save the earth… You act, You Save!ACTION
Tiga eR

3R
Which Side R U?
It’s the eternal fight, When good versus bad, when heaven versus hell. You choose the winner!

Which side r u?

Selamat sekali lagi… Nantikan kompetisi video pendek berikutnya. Dengan hadiah yang tema yang lebih menarik tentunya.

Anda bisa melihat semua video peserta kompetisi “GO GREEN INDONESIA” at www.beoscope.com.

4Bia (2008) »

4biaRasa penasaran untuk melihat film horror yang katanya paling laris di Thailand ini terbalas sudah. Semalam (malam jum’at) akhirnya kesempatan itu datang juga. Tentu saja tanpa ekspektasi tertentu, saya menonton di Blitz Megaplex di Grand Indonesia.

4bia (baca Phobia aka See Prang dalam bahasa Thailand) ini terbagi dalam 4 cerita oleh 4 sutradara yang berbeda ini menawarkan sesuatu yang unik dan berbeda. Setidaknya sebuah penyegaran bagi rusuhnya film horror Indonesia yang sampai saat ini belum ada titik kemajuan apapun. Entah karena memang tidak masih belum mampu, apa hanya karena horror Indonesia cuman mengejar keuntungan dengan melakukan pembodohan.

1. ALONE (Youngyut Tongkontund)

Bercerita tentang seorang gadis kesepian, tinggal di rumah kontrakannya dan tak punya perkerjaan apapun. Sampai suatu hari, hp-nya mendapatkan sms dari sebuah nomor tak dikenal. Isinya ingin berkenalan dangan sang gadis.

Tidak banyak dialog disini. Sang sutradara lebih suka melakukan dialog melalui sms. Nice opening.

2.  Deadly Charm (by Phavee Purijidpanya)

Bully, sebuah kata yang mungkin sudah akrab. Kekerasan di sekolah, membuat seorang anak membalas dendam dengan menuliskan anak-anak yang menghajarnya di dalam sebuah buku.  Black magic ini, membuat siapapun yang melihatnya akan mati.

Agak sedikit gory alias berdara-darah. Pemakain CG yang agak berlebihan dan kelihatan kasar, tidak mengurangi ketegangan film ini.

3. The Middle Man (by Banjong Pisanthanaku)

Sekelompok anak muda sedang camping disebuah hutan. Disana mereka bercerita tentang hantu dan posisi tidur yang paling sering didatangi hantu. Bercandaan mereka yang kelewatan merupakan awal dari semua masalah.

Kocak, ini film horror tapi kocak banget. Serem tapi bikin ngakak. Sampai ada quote yang lucu “Kenapa hantu selalu wanita berambut panjang seperti di film”.

4. Last Fright (by Parkpoom Wongpoom)

Seorang pramugari harus mengawal mayat seorang putri sendirian dalam sebuah penerbangan. Dimulailah terror yang menghantui hingga membuatnya hampir putus asa.

Kalau anda tidak suka terbang, berada dalam tempat yang sempit. Saya sarankan anda tidak menonton bagian ini. Karena anda tidak akan pernah naik pesawat lagi. Inilah cerita paling kuat dan bagus. Intense, serem, kaget, gemeter jadi satu.

Wah, kalau anda penonton film horror sejati. Film ini sayang untuk dihindari. Saya sarankan anda nonton bedua saja, dan jangan terlalu rame biar mood seremnya dapet.

Sehari di Semarang »

Agak sedikit menyesal saya pergi ke Semarang kemarin, bukan karena tidak suka tetapi inilah kali kedua saya pergi ke Semarang tanpa sempat menikmati pesona ibukota propinsi Jawa Tengah yang masyur dengan kulinernya yang nikmat.

Yah, apalagi yang dicari dari sebuah daerah selain kuliner. Terus terang saya bukan pecinta pernak-pernik, jadi ya begitulah saya gak akan mencari benda apapun yang ada di sebuah kota.

Setelah selama 5 jam saya terguncang dalam travel Surabaya - Semarang, akhirnya jam 2.30 pagi saya sampai di hotel tempat-teman menginap, namanya Hotel Pandanaran. Sampai di sana, saya langsung tidur karena besoknya saya harus mengisi sebuah sesi workshop di Telkom Kandatel IV Semarang.

Sore harinya setelah selesai workshop saya harus kembali ke Jakarta, maklum tiket sudah ditangan dan otomatis hanya beberapa jam yang tersisa untuk menyusuri kawasan Simpang Lima Semarang. Perjalanan pertama, saya menuju Plasa Simpan Lima untuk menitipkan travel bag supaya tidak terlalu berat. Murah saja, hanya 1000 rupiah. Rekomendasi kalau bawa barang banyak tapi pengen nyantai, silahkan dititipkan ditempat ini. Ibu-ibu yang jaga ramah kok.

Untuk menghindari ngantuk, saya mampirlah ke warung bule untuk minum teh sembari berpikir akan kemana tujuan kaki ini melangkah menyusuri Simpang Lima. Setelah itu saya berjalan menuju Warung Nasi Liwet. Dalam perjalan, mampirlah ke penjual tahu petis. Argh, akhirnya.. Karena kemaren tidak sempet merasakan tahu petis ala surabaya, saya akhirnya memutuskan untuk membeli beberapa buah, dan kebetulan teman saya juga pengen tahu apa itu tahu petis.

Aneh, gumam teman saya tadi. Ya iyalah, orang priangan jarang memakai petis dalam masakan mereka (atau ada ya?). Biasanya petis ini hanya ditemukan di daerah pesisir, seperti Surabaya tentunya! Kemudian melanjutkan kembali ke warung-warung yang berjejer di seputaran Simpang Lima.

Setelah bingung melihat warung yang berjejer, akhirnya kami memilih sebuah warung yang agak jauhan. Saya pesan nasi pecel, setelah sebelumnya pesen nasi liwet ternyata banyak berisi krecek (huhuhuhu.. saya tidak suka). Teman saya pesan Gudeg (halah), minum es teh manis. Kami makan sembari ngobrol (gak banyak.. soalnya pada sibuk sama makanan - kalau dah soal makan, biar diberondong pelurupun makan jalan terus)

Murah meriah! Saya makan berdua hanya menghabiskan beberapa ribu rupiah (lah kalau seratus ribu?), dan kenyang.. sebelum menuju ke stasiun. Tapi sebelum itu, saya mampir membeli sedikit buah tangan oleh-oleh dari Semarang, yaitu roti Brilliant! Karena menurut saya, bandeng juwono sudah terlalu terkenal jadi gak begitu heboh kalau di bawa ke Jakarta.

Masuk tokonya membuat saya tercengang, banyak banget artist yang udah mampir kesana. Haruskah saya ikut tanda tangan mbak?, tanya saya pada penjaga tokonya. Mereka tertawa. Entah menghina atau karena lucu, yang jelas mungkin tampang saya belom mirip artis.

STASIUN TAWANG

Ini pertama kali saya naik kereta api dari Semarang menuju Jakarta di Stasiun Tawang. Perjalanan dari Simpang Lima ke stasiun terasa biasa saja seperti kota-kota lainnya. Tapi begitu masuk kota tua… arghhh, saya langsung meruntuk dalam hati dan menyesal kenapa tidak lebih lama di Semarang. Suasana kota tuanya begitu arrghhh…. KEREN!!! Melewati gereja Immanuel, terasa saya sedang berada di sebuah set shooting film. Saya membayangkan saat malam hari, suasa di daerah kota lama Semarang diisi oleh pejalan-pejalan kaki yang pengen makan ke restoran atau cafe, pub dengan suasana kolonial. Seru! Seru! Bahkan saya ingin makan di Rumah Makan Cianjur (bukan karena masakannya yang enak… tapi suasanya itu yang dapet! Huhuhuhuhu… ) Tentunya saya akan memilih duduk di balkon kalau ada.. atau dekat jendela.

Tidak berapa lama, taksi yang saya tumpangi sudah masuk ke Stasiun Tawang, stasiun lama peninggalan Belanda. Saya masih harus menunggu 2 jam lagi. Sayang, ruang tunggu-nya bernyamuk. Entah mungkin karena saya manis belum mandi atau karena memang dekat dengan sungai.

Ah, rasanya ingin ke Semarang lagi.

Telkomsel Flash yang tidak sekencang namanya »

Flash sucksBeberapa hari ini saya agak sedikit bete dengan koneksi Telkomsel Flash. “High Speed Wireless Broadband” adalah jargon yang digadang-gadang, namun semuanya tak berarti ketika koneksi menjadi lambat bahkan putus sama sekali. Dengan gembar-gembor koneksi sampe 3Mbps tentu saja semua jadi ngiler untuk mencobanya. Tapi yang terjadi adalah jarang sekali bisa mendapatkan koneksi HSDPA bahkan kadang-kadang belum ada beberapa menit sudah menjadi GPRS.

Koneksi kacau ini mau tidak mau membuat saya jadi belingsatan, karena ada beberapa kerjaaan yang jadi terbengkalai dan tidak bisa diupload lewat internet. Entah sampai kapan Telkomsel Flash bakal jadi baik? Kita tunggu saja. Atau haruskah kita ganti dengan koneksi 3G yang lain yang lebih murah dan kenceng dari Flash?